JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Anak Saya Sudah Lima Tahun Les Bahasa Inggris Masih Belum Bisa

15

 

“Saya datang dan ingin bertemu dengan Bapak untuk menterapi anak saya. Saya ingin agar ia bisa berbahasa Inggris karena anak saya ini sudah les hampir lima tahun di tempat kursus yang bagus namun masih belum bisa juga”. 

Ibu ini berbicara sambil menatap tajam ke arah saya, ia sepertinya sangat penasaran apakah saya bisa memberikan solusi atas keinginannya tersebut. Ia mengungkapkannya sambil sesekali berbicara dengan si anak menggunakan bahasa Inggris yang berada di sebelahnya.  Si anak pun kemudian hanya membalas si Ibu dengan senyum lebar sambil tersipu malu.

 

Raut muka si Ibu terlihat sangat lelah, ini membuat saya bertanya-tanya dalam hati, apakah kelelahannya dikarenakan anaknya yang sampai saat ini belum bisa berbahasa Inggris? atau karena besarnya biaya kursus yang sudah di habiskannya? J Ah sudah lah…masa’ sih ada orang tua yang sampai segitu merasa lelah hanya karena memikirkan anaknya yang tidak bisa berbahasa Inggris.

 

Namun setelah menyimak pengungkapan si Ibu lebih lanjut, sepertinya hal itu benar adanya, bahwa ia memang sangat pusing memikirkan mengapa hingga saat ini anaknya belum juga bisa berbahasa Inggris. Padahal selain sudah membiayai anaknya les selama lima tahun seperti yang telah ia ceritakan sebelumnya, ia pun bahkan sampai selalu berusaha berbicara dengan bahasa Inggris sehari-hari kepada anaknya tersebut.

 

Dalam hal ini, tentu saya harus menginvestigasi terlebih dahulu mengenai apakah kemampuan bahasa Inggris si anak benar seperti yang digambarkan oleh si Ibu. Saya pun mulai berdiskusi dengan si anak yang pada tahun ini baru saja masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP).

 

Awalnya si anak enggan bercerita, bahkan ia cenderung malu dan hanya tersipu malu ketika saya bertanya kepadanya. Namun, akhirnya saya berhasil memotivasi dia untuk mau berbagi cerita dan bahkan berbicara bahasa Inggris dengan saya. Ia cenderung berbicara dengan terbata-bata, banyak jeda (berhenti) dan lupa beberapa kosakata yang hendak ia katakan. Di saat yang sama, cukup kentara raut kecewa pada wajah si Ibu kala melihat kemampuan anak kesayangannya tersebut.

 

Sesekali si Ibu menambahkan atau memperbaiki kalimat dari si anak dengan bahasa Inggris yang baik dan lebih nyaman untuk didengar. Gesture si Ibu terlihat penuh percaya diri ketika berbicara bahasa Inggris namun cenderung mendominasi. Sambil tersenyum, saya kemudian mendekati telinga si anak kemudian berbisik kepadanya dengan mengatakan, “mengapa sih tidak mau berbicara bahasa Inggris?”. Anak itu menjawab sambil tersipu malu, “takut salah”.

 

Ada sesuatu yang salah dalam lingkungan berbahasa Inggris anak ini. Si anak yang cenderung untuk takut salah saat berbicara mengindikasikan bahwa :

  1. Kurangnya data yang valid berupa tata cara pengucapan kata atau kalimat yang benar
  2. Tidak adanya model pembelajar yang tepat untuk diikuti dan di tiru dalam hal pengucapan atau pun dalam penggunaan kalimat pada konteks tertentu.
  3. Kurang eksplorasi kata atau kalimat yang berhubungan dengan situasi dimana kata atau kalimat tersebut diucapkan atau digunakan.
  4. Butuh banyak latihan di area mendengar (listening) dan juga watching (menyaksikan/mengamati).
  5. Butuh ruang untuk diberi kesempatan berbicara yang lebih luas.

 

Untuk itu, jika anda ingin anak anda bisa berbahasa Inggris maka saran saya anda perlu memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Temukan tujuan terbaik untuk anak dan bukan keinginan anda semata.
  2. Fokuslah kepada pembentukan bahasa Ibu terlebih dahulu, yakni bahasa Indonesia yang baik dan benar sebelum anak berbicara bahasa Inggris. Apabila anak sudah memiliki kemampuan sempurna dalam mengungkapkan keinginannya menggunakan bahasa Ibu yang baik dan benar maka akan mudah pula dengan bahasa Inggris.
  3. Tidak mendominasi atau mendemonstrasikan keahlian serta kepandaian anda dalam berbahasa Inggris kepada anak, melainkan memotivasi anak untuk berbicara bahasa Inggris dengan membuat kalimat tanya yang ringan agar anak mau menjawab dan berbicara kepada anda kalimat per kalimat terlebih dahulu.
  4. Tidak memaksakan diri untuk memasukkan anak ke tempat les yang mahal atau terbaik, hal ini karena belajar bahasa asing artinya adalah melatih dan membekali anak untuk memiliki keahlian dalam bergaul dan berkomunikasi dengan bahasa yang sedang dipelajari. Temukan tempat les yang bisa memacu anak untuk senang bergaul, berbicara serta tampil.
  5. Gunakan media-media yang anak senangi sebagai alat (tools) menjalin komunikasi aktif berbahasa Inggris.
  6. Berikan banyak waktu bagi si anak untuk belajar melalui kata atau kalimat konkret terlebih dahulu melalui mendengar (listening) dan melihat (watching).  Ketidakpercayaan diri bisa hadir karena kurang input (referensi) yang valid terhadap kalimat yang akan disampaikan. Semakin banyak eksplorasi melalui mendengar dan melihat makin menambah kepercayaan diri dalam mengucapkan kalimat  yang sesuai (standar).

Semoga tulisan ini bermanfaat, salam Hypnocative !

Adam Hidayat

Read 165 times Last modified on Monday, 02 October 2017 15:39

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.